Tampilkan postingan dengan label Nisfu Qolby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nisfu Qolby. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juli 03, 2011

Hujan Di Sini


Menikmati senja di sisi hamparan padi. Telah hujan sedari tadi. Bersama buku tebal, doa menyayat-nyayat, juga kerinduan yang sangat. Andai kau di sini...

Di beranda lantai atas. Buku tebal, segelas karikade, dan lengang kursi kayu. Memandangi bulir hujan yang berderap-derap seperti aku mengeja harapanku sendiri.

~ Thiya Renjana ~
Bandung, 29 Juni 2011

Minggu, April 03, 2011

Menyisa Doa


Sedang membaca kenangan tahun lalu,
kemarin,
bahkan detik yang barusan lewat.
Ternyata tidak ada yang tersisa kecuali doa.

~ Thiya Renjana ~
Padmasanaku, Bandung. 02042011

Kamis, Maret 31, 2011

Bulan Baru, Harapan Baru


Jelang April, mendaraskan harapan.
Lupakan bulan-bulan silam yang buram.
Bukan berharap amnesia,
hanya usaha karam untuk apa-apa yang muram.
Awali dengan Bismillah, akhirkan istighfar.
Allah di segala tujuan.

Selamat terlelap, Semesta!

~ Thiya Renjana ~
Padmasanaku, Bandung.
Penghujung Maret, 31032011-22:45PM

Minggu, Maret 27, 2011

Selamanya Tak Rela



‎... Gerimisnya muram. 
Bertahun aku merasa pucat, 
tanpa bisa menjelaskan bagian mana yang sakit. 
Selama berbilang waktu aku hanya ingin mengasing ke deru pantai paling sepi. 
Meski aku tau, 
dengan mengingatmu saja sudah menangkapku pada lengang paling pekat. 

Selamanya, aku tak rela.

~ Thiya Renjana ~
Bandung, 27032011 - 09:00PM

Selasa, Maret 22, 2011

Cinta Yang Tabah



Aku belajar tabah. Tanpa keluhan.
Seperti hujan, lebat dan gerimis tetap saja ritmis.
Seperti cinta, yang memabukkan sekaligus melukakan.
Jatuh hingga ke jantungmu sendiri.

Maukah kamu mencintaku dengan sederhana?
Dengan menjawab rindu saat jarak memisahkan kita...

~ Thiya Renjana ~
Bandung, 22032011

Kamis, Februari 24, 2011

Februari Yang Basah


Udara dingin, dalam cuaca berhujan. 
Angin kencang mempermainkan daun-daun yang tampak ringkih bertahan di dahan. 
Hari-hari bulan Februari, setahun yg lain terlewati. 
Tak ada musim semi di sini, tetapi aku tak pernah lupa menghitung hari.

Rindu itu dia belah jadi dua. 
Satu untuk masa lalunya, satu untuk masa depannya.

~ Thiya Renjana ~

Selasa, Februari 22, 2011

Semoga ikhlas


... Dan semoga saat waktu dan kenyataan tak lagi dalam kuasaku. 
Semoga hati kita ikhlas menerima.

~ Thiya Renjana ~
Bandung, 23022011-10:17AM
sedang belajar menyiapkan diri untuk segala kemungkinan terburuk :)

Rabu, Februari 09, 2011

Jangan Menangis


Ajari aku cara lain menyimpan kepedihan... 
Bukan pada airmata, bukan pada sesuatu yang selalu menyesakkan dada...

~ Thiya Renjana ~

Rabu, Juni 16, 2010

Untuk Sahabatku, Qhanz



Sebuah catatan kecil
untuk sahabat masa kecilku, Qhanz

Suatu hari, kita berbincang;
tentang dirimu
tentang diriku
tentang masa lalu
      pun selaksa kisah
berbagi tawa
      tentang asa
berbagi duka
      tentang lara
setelah perpisahan tiga tahun lalu
      ada renjana dalam hatimu
      ada renjana dalam hatiku
      meski bukan nafsu
          apalagi asmara
Karena kita hanyalah kita

~ Thiya Renjana ~
16022007, 10:22 PM

*) Puisi tiga tahun lalu yang baru kutemukan lagi.
Kuposting sebagai permintaan maafku karena telat menepati janji...
Dimaafin yaaaa

Jumat, Mei 28, 2010

Pergi lagi




Dipinang oleh kesendirian.
Lagi...
Satu hati lepas
Satu hati lagi pergi
Yang akan pergi,
Semoga negeri seberang memberi lebih banyak kehidupan
kutunggu dengan seluruh doa-doa....
Sepertinya memang butuh tempat khusus untuk membuang semua yang ada di kepala..

Pikiran buruk..
Kegilaan hidup..
Nostalgia..
Ambisi..
Impian yang hilang..


Semuanya.
Semoga aku belum lelah....

Minggu, Mei 23, 2010

Bertetesanlah mereka!



.....
Ternyata aku masih bisa menangis
Walaupun dengan hujan.
Bertetesanlah mereka!

Lalu tanya kenapa aku menangis?
Sedang aku tiada lagi punya kenapa.
Terjerembab di pojok absurd

Tujuh langit itu, yang selalu membuatku bersamamu,
walau bentang jarak seperti perjalanan tahun-tahun yang kelabu.
Senja yang tak sempurna siluetnya itu... seperti lorong waktu yang mempertemukanmu denganku...

Dan
Pada sebuah hati
Terimalah ia sebagai anak sunyi yang memeram setia
hingga rekah bunga-bunga
………..



~ Thiya Renjana ~
di meja kerja. Langit mendung yang belum sempurna abu-abunya....
23052010, 02:30 PM

Sabtu, April 24, 2010

Sebagai Hujan,


Sebagai hujan,
Aku yang menadahi embun-embun sukamu
Pun dukamu
Aku yang menengahi dari sahara harapmu
juga laut doa-doamu

Sebagai hujan,
Aku yang akan selalu bisu untukmu
Meredam dingin tatap kalut laramu
Meneteskan cerita-cerita puteri, pangeran, dan peri kecil dari negeri pelangi
Menjadi cawan mimpi-mimpi.

Sebagai hujan,
Pelangi itu bibirku
Yang akan sentiasa melengkung manis bersama lentik langkah ceria
Bahkan semakin petang mengiringi pagi
Aku yang mengaliri kaca jendela sunyimu
Aku yang termangu saat kau menatapku jatuh bergulingan tanpa ragu

Sebagai hujan,
Aku yang tak lelah mengirimimu rintik
Hanya agar kau tak salah mengartikan kilat kecil di ujung pagi
Hanya agar kamu berusaha jujur pada diri sendiri
Aku yang kadang kau caci tapi masih sanggup berdiri
Aku yang tetap setia walau harus mengalir dari matamu
Karena aku jatuh cinta pada gerimis hatimu...

~ Thiya Renjana ~
Padmasana kamar sunyi_Bandung,
23042010, 08:41 PM

Rabu, April 07, 2010

Satu Rindu

Photobucket

Hujan...
Kau ingatkanku
Pada satu rindu...

Bandung, 08042010

Jumat, Maret 19, 2010

Aku biarkan gerimis mendekapku...


Saat hanya ada gerimis
saat hanya ada rintik-rintik
gelap pekat senyap...
aku biarkan doa luruh berpadu di ulu jantung
Adakah malam bisa menyatukan diriku dengannya?
atau biarkan angin malam menyebut namanya
sebagai ganti pesona jahirnya
karena sama saja bagiku
melihatnya atau menatap purnama
...

~ Thiya Renjana ~
lagi ngawurr, sedikit melankolis, di salah satu sudut bumi. Sendiri, menikmati ritmis gerimis bertasbih... Bandung, 19032010/21:16 PM

Jumat, Maret 12, 2010

Kebahagiaanku adalah keniscayaan


Ceritakan padaku tentang purnanya sebuah kerinduan. 
Yang terbang di atas awan dluha.
Yang menyisakan doa mendekap dada, 
bahwa kebahagiaanku adalah keniscayaan tak terlerai... 
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
 Allahumma Amin
................

Bandung, 13032010/07:30 AM

Selasa, Maret 09, 2010

yang paling berharga

 
 ,,, Dan seandainya aku mengalami amnesia sekalipun, aku yakin hanya engkau yang kuingat. Karena aku slalu berdoa, agar Tuhan tidak mengambil yang paling berharga bagiku,,,

Langit Malam

Photobucket

Bila kau pandang langit malam di ujung sana
Ingatlah bahwa aku selalu di sini. Menantimu.
Walau pagi meminangku...

Jalan tak berujung


Jalan itu memang melelahkan untuk ditapaki. Tapi aku malah berharap, jalan yang kutempuh tak berujung. Andai kupunya kau di tiap kelahiranku, takkan kupinta hidup lain selain ini…

Jumat, Februari 19, 2010

Tentang Sepotong Kehidupan

Meski hujan belum berhenti
meski gelap belum ingin pergi
aku hanya ingin tahu
bahwa engkau mau berbagi cerita denganku
untuk sama-sama belajar
tentang sepotong episode kehidupan



Jumat, Januari 15, 2010

Kekuatan Ketigaku

Bintangku,
Jauh sebelum hari ini, aku telah menjadikanmu kekuatan ketigaku. Setelah Tuhan-Nabi dan kedua orang tuaku. Aku hanyalah gadis rapuh yang tak terbiasa menghadapi masalah sendirian. Hingga aku menemukanmu untuk bertahan...


 

Buku Tamu
Link To Me
Nasihat / Comment
Thiya's Plurk
Daftar Isi
   Koridor Silaturahim Semesta Sajak Renjana