Tuhan...
Cintanya adalah cintaku..
Senyumnya adalah senyumku..
Tangisnya adalah tangisku..
Bagaimana aku bisa kecewa dengan cintanya
jika bagian itu adalah cintaku?
Jika benar aku kecewa...
Maka bagaimana aku bisa mengadukan cintaku
pada diriku sendiri?
Tuhan...
Namun bukankah cintaku juga cintaMU...
Tampilkan postingan dengan label Book Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Book Poem. Tampilkan semua postingan
Rabu, Juli 20, 2011
Cintanya adalah Cintaku
Senin, Juni 06, 2011
Selasa, Mei 24, 2011
Muhammad: Para Pengeja Hujan #dua
... Maka, mencintai adalah memelihara kenangan-kenangan sepanjang belasan tahun berperang. Mencandai kenangan-kenangan itu ketika dia mau. Sudah. Seperti itu saja.
Demi negara, keduanya mengekang cinta. Saling menjura lalu melambaikan tangan selamanya. #94
Muhammad: Para Pengeja Hujan #satu
... Di hati telah berjajar seribu puisi. Namun, kata apa pun yang dia runutkan, gagal ia bisikkan. Sebab, kenangan tentang perempuan itu memiliki kesadisan tak tertandingi untuk menyelusup tepat di pusat otaknya. #93
Langganan:
Postingan (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||



“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)