Tampilkan postingan dengan label Catatan Pinggir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Pinggir. Tampilkan semua postingan
Selasa, November 08, 2011
Menghitung Rindu
Baru saja hendak menghitung rinduku.
Ternyata lebih penuh dari dunia,
meski dicatat sebanyak usia.
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 08112011 - 10:39AM
Rintik: Catatan Pinggir
Kamis, September 08, 2011
Kemarahan Tidak Berpuisi
Cinta sudah menciptakan format demokrasinya sendiri,
dijaga untuk tetap tidak sadar.
Karena kemarahan tidak bisa berpuisi.
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 08092011
Rintik: Catatan Pinggir
Nyeri
Layakkah cinta hidup nyeri laksana duri?
Yang menancap tapi tak bisa kumiliki.
Aku lelah tapi tak bisa berhenti.
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 08092011
Rintik: Catatan Pinggir
Kangen
Kangen itu tidak pernah terlalu ramah,
tidak juga selalu judes, tapi ia dingin.
Dingin yang mengerikan.
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 08092011
Rintik: Catatan Pinggir
Lengang
Kursi taman ini terasa lengang walau kita berdampingan.
Entah karena hanya dihuni kita berdua,
entah karena ada jarak yang tercipta.
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 08092011
Rintik: Catatan Pinggir
Rabu, Juli 20, 2011
Tak Kenal Ruang
... Seperti gerimis, aku jatuh cinta perlahan-lahan. Seperti
badai, aku mencintaimu tak kenal ruang.
Rintik: Catatan Pinggir
Surga
Orang-orang percaya adanya Surga setelah membaca kitab suci.
Dan aku percaya adanya Surga, cukup
dengan mendengar suaramu saja
Rintik: Catatan Pinggir
Senin, Juni 06, 2011
Senyummu Depan Mata
Jika di ujung-ujung bumantara saja kenanganmu begitu berkuasa,
bagaimana dengan senyummu di hadapan mata?
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 05062011 M - 18:54 PM
Rintik: Catatan Pinggir
Sabtu, April 09, 2011
Minggu, April 03, 2011
Wafat
Kamu tidak datang melayat? | Memang siapa yang wafat? | Rinduku.
~ Thiya Renjana ~
Padmasanaku, Bandung. 02042011
Rintik: Catatan Pinggir
Bintang Jatuh
Kamu sudah terjatuh, bukan?
Bintang menggigit bibir. Mengangguk kecil.
~ Thiya Renjana ~
Padmasanaku, Bandung. 02042011
Rintik: Catatan Pinggir
Langganan:
Postingan (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||










“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)