.....
Ternyata aku masih bisa menangis
Walaupun dengan hujan.
Bertetesanlah mereka!
Lalu tanya kenapa aku menangis?
Sedang aku tiada lagi punya kenapa.
Terjerembab di pojok absurd
Tujuh langit itu, yang selalu membuatku bersamamu,
walau bentang jarak seperti perjalanan tahun-tahun yang kelabu.
Senja yang tak sempurna siluetnya itu... seperti lorong waktu yang mempertemukanmu denganku...
Dan
Pada sebuah hati
Terimalah ia sebagai anak sunyi yang memeram setia
hingga rekah bunga-bunga
………..
~ Thiya Renjana ~
di meja kerja. Langit mendung yang belum sempurna abu-abunya....
23052010, 02:30 PM
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar