Minggu, Juli 03, 2011
Hujan Di Sini
Menikmati senja di sisi hamparan padi. Telah hujan sedari tadi. Bersama buku tebal, doa menyayat-nyayat, juga kerinduan yang sangat. Andai kau di sini...
Di beranda lantai atas. Buku tebal, segelas karikade, dan lengang kursi kayu. Memandangi bulir hujan yang berderap-derap seperti aku mengeja harapanku sendiri.
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 29 Juni 2011
Rintik: Nisfu Qolby
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 03.55
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar