Sebuah catatan kecil
untuk sahabat masa kecilku, Qhanz
Suatu hari, kita berbincang;
tentang dirimu
tentang diriku
tentang masa lalu
pun selaksa kisah
berbagi tawa
tentang asa
berbagi duka
tentang lara
setelah perpisahan tiga tahun lalu
ada renjana dalam hatimu
ada renjana dalam hatiku
meski bukan nafsu
apalagi asmara
Karena kita hanyalah kita
~ Thiya Renjana ~
16022007, 10:22 PM
*) Puisi tiga tahun lalu yang baru kutemukan lagi.
Kuposting sebagai permintaan maafku karena telat menepati janji...
Dimaafin yaaaa



“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar