
Aku ingin kamu mengikatku di hatimu seperti ini.
Yang tak menua, yang tak mendua.
Sebab kamu bagiku bukan sekedar cinta.
Kamu adalah hidup.
Yang harus dan akan terus kuperjuangkan.
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 15 Desember 2011
Senin, Januari 02, 2012
Mengikatku
Rintik: Pangeran Hati
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 23.19
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar