Jumat, Januari 06, 2012
Bara Senja
Saganya senja itu bara.
Seperti sejak kumembersamaimu, cinta.
Rindu-rindu kita selalu bara dalam doa Maghrib
hingga tafakur penghantar rebah dan tertidur.
Lalu bagaimana tak kian bara?
Jika setiap awal membuka mata.
Menemukan namamu dalam pesan singkat pertama,
memenuhi cintaNya mengawali kembara...
dedicated to: yang kalo tidur bisa sampe dua hari :D
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 05 Januari 2011/16:33PM
Rintik: Pangeran Hati
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 02.54
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar