Sabtu, Desember 03, 2011
Bagaimana Aku Mengelak?
... Di pagi yang bening.
Di mana aku dapat membacamu sampai ke hati dan kamu bisa membacaku sehabis-habis kata.
Kekhawatiran kamu meruntuhkan sesuatu di dalam dada.
Bila ini pelajaran cinta yang mendekatkan yang jauh, lalu bagaimana bisa aku mengelak?
~ Thiya Renjana ~
Jum'at, 02 Desember 2011 - 07:11AM
Rintik: Pangeran Hati
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 23.53
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar