Kelak dan pasti. Aku akan
menjejakkan kaki di tanah ini.
Meremas butirannya dengan genggaman
tanganku sendiri.
Nama ini membuatku yakin bahwa tiada yang lebih indah,
dari dua yang berjauhan tetapi saling mendoakan...
~ Thiya Renjana ~
30 November 2011 - 07:08AM

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar