
... Andai engkau bersamaku, mungkin akan engkau pahami apa yang kurasa.
Garis pantai yang mengingatkanku akan jari-jari menekan tombol shut dan
bola mata membidik di tengah lensa, sedang aku sibuk berlarian
menjauhkan diri sambil tertawa-tawa.
Doaku saat ini untuk takdir yang
selesai
menyaingi jumlah pasir lembut yang menumpahi lidah-lidah pantai di sepanjang batas Siring Kemuning.
menyaingi jumlah pasir lembut yang menumpahi lidah-lidah pantai di sepanjang batas Siring Kemuning.
........
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 03102011
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 03102011
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar