Aku menaruh cemburu
Kepada tiap orang lalu
Kalau dipetiknya sekuntum
Mawar yang mekar mengharum
Kutulis di atas papan,
Sederhana tetapi nyata,
Setara pada arti katanya,
“dilarang memetik bunga!”
Lama-lama aku jadi jemu
Bukan oleh bunga,
Yang sekarang mulai layu,
Dan bukan oleh tulisan itu,
Melainkan jemu oleh cemburu
Biarlah! Biarkan dipetik setangkai
Akan kembang setangkai yang lain pula
Aku tiada hanya mengingat
Ke diri sendiri semata
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar