Terimalah apa yang kuhampar
Agar kau tak gundah dengan gelap yang ditinggalnya
Kuwariskan segala bahagia ke pangkuanmu
Karena itu,
Katakanlah sungguh ihwal ini adalah pencerahan
Bukan menghancurkan ketenangan
Semua mungkin tidak percaya
Telah kupapas segala tenang banyu dan lambai bayu
Untukmu terus mengingat
Aku pernah punya cinta
Seperti milikmu
~ Thiya Renjana ~
Ruang kerja, Palasari Bandung

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar