Aku karam dalam sunyi
lagi,
tlah kujelajahi sluruh
lorong tak berpenghuni
namun,
tetap saja sepi tak mau undur diri
seperti memotong semua sendi-sendi
Aku tak ingin kau tahu
besarnya cintaku
Tatap saja,
kesunyian keheningan di sini
ada riuh ada gemuruh
memencar dari dadaku
Apa artinya gelap tersiba
ketika kau tak bisa nyata menghadap
sungguh apalah artinya
saat kau hanya bisa kusebut dalam lirih
karena kau adalah badai di laut
tak boleh berpusar di padang pasir
sebelum kau kuanggap asing
biarkan kumiliki
sekejap di khayal dan imaji
~ Thiya Renjana ~
21022007, 11:40 WIB, mendung
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar