Engkaukah itu
dermaga biru tempat bahteraku kelak berlabuh
yang setia menunggu surya beradu
hingga hilang rupa
hilang bentuk
Aku yang selalu menjaga jauh di
palung kalbu
suatu entah...
darimu.
Hingga peri cemburu pada
setiaku
Ikut merasakan juakah dirimu?
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 16062010/03:50 PM
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar