Biarkan aku melepasmu dengan kerelaan
Membiarkanmu kembali terbang
dengan sayap-sayap patah yang tak berhasil kusatukan
Saat pertemuan adalah janji
Dan berpisah adalah tunainya
Tak usah kau meragu
Tiada guna lagi menoleh pada beku
Kan kubiasakan hatiku dengan tembang sendu
Cukup doakan saja diriku
Semoga dapat tetap teguhkan raga
untuk dongakkan kepala
Membuka mata
dan menatap bentangan jalan di muka
Karena kita telah sama-sama tahu;
memang tidak mudah...
~ Thiya Renjana ~
25122006, 07:56:04
Tempat biasa, bangku kelas
Tempat biasa, bangku kelas
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
1 Jejak:
bardzo ciekawe, dzieki
Posting Komentar