Kutangkap selembar kenang yang melintas
dari sobekan kertas usang di sudut angan
rinduku selalu jadi tirai berlapis-lapis
dan ketika mencoba mengingat
aku selalu gagal melukis wajahmu dalam kata-kata
dimana satu-satu berguguran abjadnya
dan yang tersisa hanya
?
hanya
?
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 2006
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar