Menadah sisa tempias hujan
Bulirnya menyejukkan raga kelelahan
tapi dinginnya tak mampu redakan tangisan
Tahukah kau, wahai kecemasan?
Telah pupus punah purna segala kisah
Jadi pergilah!
Akan kucoba rentang bahagia
di atas lembaran yang masih tersisa
~ Thiya Renjana ~
12022007, 10:44 WIB
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar