Kontemplasiku menghasung khayalan terserak
Yang kukira adiwarna
Ternyata hanyalah sepah tiada nama
Yang kusangka adnan
Ternyata taman kaktus berduri
Yang kutulis
Ternyata hanyalah obituari...
~ Thiya Renjana ~
29122006, 07:32:56
Dan semesta baru mulai terbit di ufuk kerinduanku. Tempatku berbagi kata hati. Menulis dengan hati, membaca dengan hati. Hanya hati...
Rintik: Autograf 3
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 00.02
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar