Rabu, Januari 13, 2010
Mahadewa
Aku seorang pangeran
yang patut memiliki angkuh
tak sembarang menebar senyum
Karena setiap gerakku adalah keputusanku
Akulah sang Mahadewa
yang memiliki semua kehendak
Tak bersalah karena akulah pemiliknya
Semua yang tercipta termasuk kau, Dewiku
Ingatlah! Langit dan bumi adalah sifatku
Tak perlu bermimpi kau tetap akan melihatku
Merasakan setiap lembut kasarku
Dengan tapak-tapak kaki dan tanganmu
Tak perlu kau bertitah dengan lancang manismu
Menyuruhku tuk menggenggam erat jiwamu
Akulah angin yang selalu menafaskanmu
Menyanyikan lagu sepi, bersatu dalam jiwa suci
Akulah angin yang selalu bersamamu
mendekap erat jiwamu
Agar kau selalu merasakanku
tiap-tiap hembusan damaiku
Walau kau kan terlepas dari jasadmu
Jangan salah kau mengartikanku!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||


“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar