Di sini kuselipkan rindu
Aku tak mengerti kenapa aku merindu
Karena aku hanya mengerti keajaiban rindumu
Aku tak pernah mengerti kehadiranku
karena yang aku ingin mengerti hanyalah kehadiranmu
yang begitu ajaib dapat mengubah hampa hidupku
Mereka tak kan paham
Kini hancurnya menjadi beribu mutiara di sebuah muara yang tak bisa diterka
Yakinkan pada jalanku,
temukan wujud asliku
Bahwa aku adalah aku
yang menyelipkan rindu
yang mencintaimu tanpa ragu
yang punya doa-doa lugu...
Di sinilah kuselipkan rinduku...

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar