Aku mencoba berpaling dari kenyataan
Bahwa hujan itu membuatku menangis
Aku berusaha menjadi diriku yang apa adanya
Dan ternyata aku jatuh dan sakit
Aku tidak percaya keadaan yang harus kutaklukkan
Dan aku jugatak percaya mimpiku yang haru kukorbankan
Aku tak mampu percaya
Bahwa sayapku telah patah...

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
2 Jejak:
sayapmu boleh patah
tapi tidak dengan sajak
dan imajimu
ia akan abadi
menghiasi
batu nisan yang kau ukir
bersama hujan
Hmmmm..., ikut ber empati...
Posting Komentar