Kau tahu, Rafik?
Sukar bagiku jadikan dilusi pada rasaku
Telah rampung kisah walau tiada endingnya
dan petir kilatpun jadi diorama
Latar belakang elegiku yang lekah
Ini kaba tak berarti apa-apa, rafik
Percuma bagi relung terserpih
Milikku

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar