Malam ini dingin
Cukup dingin untuk membuatku beku
Setelah perjalanan panjang mencari jati diri
Tiada lagi artinya...
Ada angin yang bicara
Ada dedaun yang terdiam tak bermakna
Meliuk memandang cintaku yang berubah arah
Berlabuh bukan pada dermaga semula
Mengusir mentari yang pernah tumbuhkan bunga di jiwa
Memang salah...
Tapi maaf,
aku tak ingin kembali
Jumat, November 06, 2009
Malam
Rintik: Purnama Kata
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 19.15
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar