Jumat, November 06, 2009
membenam kata cemburu
Begitu sulit untuk menjadi dirimu
Ternyata tidak mudah untuk sekedar membenam kata cemburu
Apa aku tak ada tahu
Di sana kau berjuang memaafkanku
Hanya ada kisah dalam buku
Itupun jauh tersimpan dalam rak masa lalu
Kamulah yang memanduku bersahabat dengan luka
Hingga ta kukenal lagi apa yang namanya derita
Dalam senyap mega senja
Kutarik semua kata ingin
Musim salju dari reruntuhan sanubarimu
Membekukan juga padmasanaku
Aku kira aku besar
Ternyata aku hanyalah kerdil
di kerajaan bayangmu
Tidakkah kamu tahu???
Rintik: Aku dan Sajak
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 19.14
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar