Derai ini...
Pupus terhambat waktu
Luka ini kering tersemu kalbu
Aku rindu pelupuk hati
Jiwa ini mati terukir nama
Hanya nama
Dan itupun tak cukup buatku bernafas lega
Tetaplah aku lelah memungut makna
Di persimpangan menyisir sisa-sisa
Mendekap buih atau duri yang terlupakan
Mencari bayangan dirimu yang hilang
Bodohnya!
Aku tak tahu tak akan temukan apa-apa
..........
Jumat, November 06, 2009
Derai..
Rintik: Aku dan Sajak
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 19.14
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar