Ah, mengapa dera tak menjadikanku tahu
engkau merindu kemana ku menuju
Demi waktu yang tak pernah lelah berlalu
Ijinkan aku bertutur pada biru
Kenapa harus hatiku?
Kau masih saja menyimpan rindu itu
Pada laut yang mendebur lembut
Lalu terpatung oleh waktu yang memaksa
Dan harapan hanya jadi dongeng semata
Ah, adakah detik bisa dijeda sekejab saja?
memungkas rindumu melaju
Demi nama hari-hari kita
Biar kuantar dirimu menjauh...

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar