Ia kembali
Setelah kuputus asa menaklukan mimpi
Lalu kesalahanku menjadi siluet yang nyata
Mengalahkan angkuh yang kubawa
Hendak kuradu kemanakah suram ini
Ia sudah tak sudi bukakan kalbu
Aku tergugu
Kupejam mata seakan malam juga tak mau beradu
Hana sepi
yang membunuh kata setiaku
Dan ia lalu pergi
Sebelum sempat kutahan hatinya di sini
Membiarkanku termangu
Diam tertusuk sesal tanpa ragu
Maafkan aku!
Jumat, November 06, 2009
Maafkan aku
Rintik: Aku dan Sajak
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 19.14
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar