Jika aku pernah merasa bahagia,kawanku
Maka saat paling bahagia yang pernah kurasa
Adalah saat ketika ku mengenalmu.
Kalau saat ini aku merasa sangat ingin membencimu,kawanku
Maka itu adalah karena aku begitu takut kehilangan
Tak pernah kuinginkan rasaku berubah
Tapi kawanku,
Ternyata aku tak pernah bisa membencimu
Terlalu sayang melebihi diriku sendiri
Maka kawanku,
Biarlah kupergi
Menjauhimu
Menjauh walau kuharus menahan kelu
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar