Berkacalah pada jiwaku
Melalui yang tersobek dalam diri kita
Meredam rasa
Membuka jendela langit jernih di
atas awan abu-abu negeri senja.
Telah terlambat tanpa sempat terka siapa di sana
Yang siluetnya terus berpendar di
ujung mata
Hanya kau yang tahu.....
Jumat, November 06, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar