Diorama cintaku...
Lukisan terindah dari substansi dasar jiwaku
Saat kusimpan kau di kisi ini, di dalam sini
Hanya ingin tahu rasanya bergeming
Tanpa harus ikut jatuh.
Lukisan terindah dari substansi dasar jiwaku
Saat kusimpan kau di kisi ini, di dalam sini
Hanya ingin tahu rasanya bergeming
Tanpa harus ikut jatuh.

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar