Tuhan,
Aku tak lagi bisa berpuisi sunyi
Segala inspirasi yang kucari
Terbenam dalam alur ilusi
Tuhan,
Sajak puisiku kini hanya
terjalin sepenggal.
bagaimana kan kuradu
Kalau masa telah bermain sepi
dan sebagian rinduku
menepi di tengah riak mengombak
Tuhan,
Aku tak ingin berhenti bermimpi
Ajari aku kembali
Melepih renik-renik hati
Tuk kembali kuhembus lagi

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar