Puteri tak bosan menunggu bintang jatuhnya
dititipkannya rindu dan airmata tuk dibawanya serta
Tapi puteri bimbang pada ksatria yang baru ia kenal
membawanya pada cinta yang dangkal
Puteri lalu tertawan amarah
Bintang jatuhnya terluka karena kecewa....

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
1 Jejak:
salam sob..
aku suka puisi nya dan posing mu dalam foto ini..
Posting Komentar