Endapan lara itu menggumpal kembali
Lewati jalan sempit lembah berbatu
Membawaku pada sahara
Dan aku akan tetap berada di lembah
Tidak akan kembali
Kecuali di atas ada yang menanti
Mengapa aku harus ragu
Bila kasihnya hanya tertuju padaku
Mengapa aku harus ragu
Jika jiwaku senantiasa menemukannya
Sungguh, angin telah datang
Membawa pesannya
Ia berjanji, meski tidak pernah bersua di dunia
Akan tetap menungguku di pintu surga
Lewati jalan sempit lembah berbatu
Membawaku pada sahara
Dan aku akan tetap berada di lembah
Tidak akan kembali
Kecuali di atas ada yang menanti
Mengapa aku harus ragu
Bila kasihnya hanya tertuju padaku
Mengapa aku harus ragu
Jika jiwaku senantiasa menemukannya
Sungguh, angin telah datang
Membawa pesannya
Ia berjanji, meski tidak pernah bersua di dunia
Akan tetap menungguku di pintu surga
070307

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar