
Dengan kredo cinta kutulis risalah
Mencampur tinta dengan air mata
Ijinkan... sebelum rembas landa sarira
Ialah Adika melebihi Adiraja di nirwana
yang telah petik dawai jiwa dalam sunyiku
Sayang aku terlalu rengsa untuk dapat sekedar menyentuh pijarnya.
Ia selalu berkilah
Ia selalu berdalih
Tapi ia selalu mengisi Asmarandana yang kugubah
Memenuhi Asmara loka yang kugambar
Ia...
Sang Raja angkuh dari negeri kabut.
070307
Minggu, September 13, 2009
dari negeri kabut
Rintik: Purnama Kata
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 23.24
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar