... Aku berterima kasih kepadamu untuk
segala rindu yang melahirkan sajak-sajakku.
Untuk senyum dan tawa yang mendegup di ulu.
Serupa awan mendzikirkan salju-salju.
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 12 Juli 2011-06:12AM
Rabu, Juli 20, 2011
Terima Kasih
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar