Tuhan...
Cintanya adalah cintaku..
Senyumnya adalah senyumku..
Tangisnya adalah tangisku..
Bagaimana aku bisa kecewa dengan cintanya
jika bagian itu adalah cintaku?
Jika benar aku kecewa...
Maka bagaimana aku bisa mengadukan cintaku
pada diriku sendiri?
Tuhan...
Namun bukankah cintaku juga cintaMU...
Rabu, Juli 20, 2011
Cintanya adalah Cintaku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar