
Hidup di dalam gelembung bola. Pengap, bukan? Tak jelas maunya apa. Tak inginkan apa-apa. Menguat-nguatkan diri membesar-besarkan hati. Setelah ini apalah dunia dan janji-janji masih berarti?
12062011M-13:51PM
... Adalah sebuah ketidakmengertian, memandang kalian menawannya dengan kata malu dan harga diri. Namanya juga dalam dunia gelembung bola. Yang lain melukis pelanginya sendiri sedang ia meringkuk bersama udara yang berserah. Gusti, kepalaku sakit lagi.
12062011M-18:34PM
~ Thiya Renjana ~
Padmasana sunyi, Bandung Barat

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar