Cintaku sederhana, serupa awan yang menjadikannya hujan.
Sebab kau yang terindah.
Walau harus cukup sekian, dirimu
tak pernah tergantikan.
Cintaku sederhana. Dan kau melebihi
bulan bintang, awan hujan, api abu yang menjadikannya tiada.
Jika mereka terbenam, takkan pernah membuatku bimbang...
~ Thiya Renjana ~
Padmasana sunyi, Bandung dengan embun yang berserah diri
13 Juni 2011 M/12 Rajab 1432 - 06:30AM

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar