Seperti burung laut, dengan liurnya
Dibuatnya sarang permai
Di gua, di tubir pantai
Tempat diam terletak telurnya
Tempat pecah merekahnya, melahirkan isinya
Tempat anaknya menciap-ciap: berharap,
Datang orang mengambil sarang,
Untuk obat, khasiat mereka.
Demikianlah, pujangga dunia,
Engkau, dengan perkataanmu,
Kau gubah ciptaan indah,
Tempat tersemat perasaan hatimu
Membual, membersir, mekar kembang
Diterima orang, dirangkum, dipegang
Untuk pedoman, teladan mereka
*) Abu Faris al-Iskandar
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar