Kusedia hatiku
tuk kau bauri dengan rindu
kusedia air mataku
tuk membagi laramu di tapakku
kusedia waktuku,
tuk menunggu segenggam rindu
yang kau utus dari pangkuan jiwamu
tenanglah wahai ranggaku
karena tlah kujatuhkan sebuih
rasa ke hatimu yang kan selalu
menghadirkan aku di setiap gumam
dan hirup nafasmu
tuk kau bauri dengan rindu
kusedia air mataku
tuk membagi laramu di tapakku
kusedia waktuku,
tuk menunggu segenggam rindu
yang kau utus dari pangkuan jiwamu
tenanglah wahai ranggaku
karena tlah kujatuhkan sebuih
rasa ke hatimu yang kan selalu
menghadirkan aku di setiap gumam
dan hirup nafasmu
~ Thiya Renjana ~
Ruang Kerja, Palasari Bandung
16062010, 03:52 PM
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
1 Jejak:
Sangat Indah :)
Kapan yah, ada Hauri Al-'In yang dengan tulus mengatakan seperti ini, dihadapanku :) :)
Posting Komentar