Tentangmu
Setiap kita berjumpa, walau maya
namun kurasa kau sangat nyata
dalam hari-hari terlalui
kaulah inspirasi
Setiap kau menghilang
hati rindu tak terbayang
kutunggu, menunggu dan ditunggu
ku tak kunjung jua bertemu
namun kurasakan kau begitu dekat
sedelat ukhuwah yang terikat.
Tentangmu, kutuliskan kata
dalam sajak yang terbata-bata
karna ku bukanlah pujangga
pengukir kata penggubah syair surga
tuk sekedar tuliskan Renjana
yang sentiasa menghiasi setiap jumpa
dalam maya
kurasakan kau begitu nyata....
(Hael's, 4 Maret 2010)
Setiap kita berjumpa, walau maya
namun kurasa kau sangat nyata
dalam hari-hari terlalui
kaulah inspirasi
Setiap kau menghilang
hati rindu tak terbayang
kutunggu, menunggu dan ditunggu
ku tak kunjung jua bertemu
namun kurasakan kau begitu dekat
sedelat ukhuwah yang terikat.
Tentangmu, kutuliskan kata
dalam sajak yang terbata-bata
karna ku bukanlah pujangga
pengukir kata penggubah syair surga
tuk sekedar tuliskan Renjana
yang sentiasa menghiasi setiap jumpa
dalam maya
kurasakan kau begitu nyata....
(Hael's, 4 Maret 2010)

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar