Langit lindap ke dalam batinmu... seperti gemuruh tanpa suara dan air mata...
Thiya Renjana मेरा सितारा
Pujangga RIndu आँसू
Thiya Renjana मेरा सितारा
acap pula usai hujan teruntas pelangi
di bawah langit yang sama aku dan cintaku
menyerpih..
di bawah langit yang sama aku dan cintaku
menyerpih..
Pujangga RIndu आँसू
menderapkan setiap desah air mata menjadi basmalah doa-doa. seperti cinta senjakala, serpih cintamu merona luka, lalu tiada...
Thiya Renjana मेरा सितारा
hanya basmalah doa-doa yg luput dari ketiadaan. tdk akan pernah hilang krn ia telah menjadi bagian dari semesta.
begitu juga dgn kerinduan kpd semesta, yg tak pernah ada. krn hanya mengenal kerinduan kepadaNya, yg menumbuhkan kerinduan-kerinduan yg lain
begitu juga dgn kerinduan kpd semesta, yg tak pernah ada. krn hanya mengenal kerinduan kepadaNya, yg menumbuhkan kerinduan-kerinduan yg lain

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar