Lalu, bila dhuha ini kusebutkan namamu di antara lembar-lembar sajakku, hanya satu kupinta yang sungguh-sungguh mengikat hati. Sesuai janji. Bahwa ketika emosi bukan mutlak milikku seorang diri, jangan pernah biarkan ia berakhir tanpa koma...
˙·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ ♥●•٠·˙
Yusuf Wardiman
...sebab bayang-bayang terbaring seperti cadar ilusi, sedang kenyataan bergerak serupa matahari menghapus cadar mimpi...

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar