Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri ketika Kekasih bersamaku cintaNya padaku tak pernah berbagi dan dengan benda yang sana selalu mengujiku bilakah dapat kurenungi keindahanNya? Dia akan menjadi mihrabku dan arahNya menjadi kiblatku bila kumati karena cinta, sebelum terpuaskan akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini oh Penawar jiwaku, hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mahuNya barulah jiwaku pulih jika telah bersatu denganMu oh sukacita dan nyawaku moga kekal lah dan diriMu juga berahiku berasal dari semua benda fana di dunia ini diriku telah tercerai hasratku adalah bersatu denganMu melabuhkan rindu
~Rabiatul Adawiyah
===================
Kekasihku tiada menyamai kekasih lain biar bagaimanapun,
Tiada selain Dia di dalam hatiku mempunyai tempat manapun,
Kekasihku ghaib daripada penglihatanku dan peribadiku sekalipun,
Akan tetapi Dia tidak pernah ghaib di dalam hatiku walau sedetik pun.
by Rabiatul Adawiyah

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar