Rabu, Januari 27, 2010
Mustahil...
Sang pembohong berdusta
Dengan kepastian dari dua keinginan
Mengakui sesuatu yang tidak ada
Lebih dusta dari ketiadaannya
Mustahil...
Dalam satu hati
bersemayam dua kekasih
Tidak mungkin...
Dua peristiwa terjadi dalam satu urusan
Sebagaimana akal yang tidak akan mengakui
kecuali hanya satu Pencipta
Begitupun hati...
Hanya akan terpesona pada seseorang nan jauh dikenang
*Babas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar