terkadang aku terentang malu menghadap kiblat.
menangis tanpa suara di sepertiga malam
menggapai langit dengan kaki kecil
mengharapkan sesuatu yang tak pernah kutahu sebabnya.
aku merana,,
aku terlalu terlena,,
kemudian terluka
dan jatuh.
ada yang kuinginkan diseparuh perjalanan ini
Tuhan,,
ya Rabby Izzati
aku ingin bangkit dari ruang kosong yang tak pernah mengembuskan angin ini
beri aku pintu lain...
beri aku...
*) Qoriatul Mahfudhoh Qoffal

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar