syair lewat hembus bayu
Ada kenangan yang lewat
menembus sel-sel ingatan
Kenangan yang terekam lekat
ketika aku menjadikan bayangmu
sebagai sahabat sejatiku
Ketika aku memelukmu dalam ilusiku
dan ketika aku terbangun
hanya ada aku dan sosok
bayangan hitammu
mengiringi setiap derap langkahku

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar