Untuk apa aku menjadi siang jika hanya membakar jahir-jahir rerumputan
Aku takut sinarku mengeringkan telaga yang menyejukkanmu
Biarkan saja aku tak menjadi keduanya jika aku tak diberi pilihan
Mataku takkan pernah kering untuk itu
Dan semesta baru mulai terbit di ufuk kerinduanku. Tempatku berbagi kata hati. Menulis dengan hati, membaca dengan hati. Hanya hati...
Rintik: Purnama Kata
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 20.04
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
1 Jejak:
indah....
Posting Komentar