Ampuni aku, Ghaffar
Telah buat Engkau cemburu
Dengan membiarkannya menjadi bayang
Pada fajar hingga petang
Padahal Engkau yang genggam jiwaku
tapi ia yan Kau cipta lebih dulu
adakah ia pemilik tulang rusuk
karena ingatku selalu berlari padanya
Ah, Ghaffar
padahal kutahu MaghfirahMu begitu sungguh
buatku menjadi teramat malu
kenapa harus selalu hanya dia, Rabb
mengikat belengu seluruh fikirku
Rann-ku, kembalilah rengkuh aku
ang telah terlalu lama jauh dariMu
Jumat, November 06, 2009
Ampuni aku..
Rintik: Aku dan Sajak
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 18.33
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar